AVG Technologies, salah satu pemain di dunia industri pengamanan mengumumkan hasil penelitian mereka. Tidak seperti yang selama ini di perkirakan, ternyata sebagian besar situs web dengan muatan jahat disimpan di server-server di Amerika Serikat. Bukan di negara-negara lain seperti China.
Penelitian AVG ini berdasarkan atas analisis dari ancaman yang dilaporkan dalam periode enam bulan terakhir. Sumbernya adalah 110 juta pemakai produk keamanan web LinkScanner AVG di seluruh dunia.
“Hasil penelitian kami membantah mitos yang menyatakan situs yang mengandung kode berbahaya umumnya dipasang di negara di mana peraturan seputar kejahatan dunia maya tidak terlalu ketat,” kata Karel Obluk, Chief Technology Officer, AVG Technologies, pada keterangannya, 12 Maret 2010.
“Dari penelitian, konten berbahaya kemungkinan besar muncul di web server di kawasan Amerika Serikat,” kata Obluk. “Bukan dari server di kawasan Asia ataupun Eropa Timur,” ucapnya.
Penelitian yang dilakukan juga mengindikasikan adanya peningkatan jumlah situs web kejahatan yang menjadikan para pengguna sebagai sasarannya. Adapun biasanya, yang jadi target utama adalah data perbankan online, informasi kartu kredit, identitas pribadi dan kata sandi akun situs jejaring sosial.
Secara keseluruhan, 44 persen server yang menyimpan situs web jahat ada di Amerika Serikat. Diikuti oleh server asal Jerman dan China yang menyumbang masing-masing 5 persen situs jahat yang tercatat yang berada di seluruh dunia.
Banyak situs yang mengandung malware ini merupakan situs legal yang sudah diserang oleh hacker untuk menyimpan kode jahat mereka. Secara total, di AS sendiri ada 4.600 server yang terdeteksi menyimpan kode jahat tersebut.














0 komentar:
Post a Comment
Isilah Kritik & Saran anda di kotak komentar yang telah disediakan !!
komentar anda sangat kami butuhkan untuk pengembangan Blog Ini !!
Kritik Atau Saran yang mengandung Sara atau unsur Pornografi dan yang bersifat tidak terpuji akan ADMIN hapus !!